Tujuan Membuat Lean Canvas untuk Startup




Lean Canvas merupakan jenis business plan dimuat dalam satu halaman yang beradaptasi dari Busines Model Canvas (BMC). Tujuannya untuk mempersingkat waktu pembuatan business plan dan lebih terfokus pada tujuan bisnis. Perlu dicatat kalau waktu brainstorming pembuatan Lean Canvas cukup hanya 30 menit. Jika sudah 30 menit, sebaiknya brainstorming diberhentikan dan dilanjutkan lain hari. Hal ini bertujuan agar tidak banyak waktu yang terbuang hanya untuk brainstorming tapi lebih berfokus ke pengimplementasian bisnis.


Pembuatan Lean Canvas terdiri dari 9 segementasi, yaitu:

  1. Problem (Masalah) Di segmentasi problem, kamu harus bisa menemukan masalah apa yang ingin kamu selesaikan. Untuk dapat mengisi segmen ini, kamu harus mendalami problem yang ingin anda lakukan. Mulailah dari melakukan riset ke orang-orang yang memiliki masalah tersebut sehingga kamu memiliki sudut pandang mereka. Untuk mempermudah kamu menentukan akar dari suatu permalasahan, kamu bisa menggunakan metode 5 whys atau fishbone.

  2. Customer segment Setelah menemukan masalahnya, kamu harus lebih spesifik dalam menentukan siapa yang benar-benar mengalami permasalahan tersebut. Lakukan riset ke segment yang anda targetkan. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah solusi dari masalah ini akan menjadi vitamin, painkiller, atau oxygen bagi orang-orang yang memiliki permasalahan tersebut.

  3. Possible Solution Solusi disini bukanlah tentang bagaimana menghasilkan suatu ide yang "wah", tapi cobalah untuk merespon permasalahan customer secara baik dan tepat. Kamu harus bisa memikirkan solusi yang paling cepat, mudah dan murah.

  4. Channels Setelah mengetahui target marketmu, kamu harus bisa mengenalkan dan mengajak mereka untuk mengunakan solusimu. Untuk bisa melakukan ini, mulailah mencari dimana orang-orang tersebut beraktivitas. Mungkin kamu bisa mengikuti perkumpulan, komunitas dan juga acara-acara yang sering dikunjungi target marketmu.

  5. Revenue stream Setelah kamu bisa menentukan apa solusimu, tentukanlah model bisnismu. Mulai dari harga produkmu, bagaimana saja cara-cara agak kamu mendapatkan keuntungan, dan siapa yang bersedia membayar.

  6. Cost structure Tentunya sebagai perusahaan yang berjalan, ada beberapa biaya pengeluaran agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar. Tuliskan mulai dari biaya operasional, marketing, development, dan lainnya.

  7. Key Activity Disini kamu bisa menuliskan hal-hal apa saja yang dapat menunjang perkembangan startupmu. Tuliskan aktivitas apa saja yang dapat membantu startup mu agar dapat scale up.

  8. UVP (Unique value proposition) Tuliskan apa keunikan yang dimiliki oleh produkmu dibanding dengan produk serupa. Kamu bisa mulai dari menganalisis produk dan juga bisnis model yang dimiliki oleh kompetitor. Dari sana, kamu bisa menentukan apa saja gap para kompetitor yang bisa kamu jadikan UVP dari produk kamu.

  9. Unfair advantage Terakhir, kamu bisa menuliskan kelebihan-kelebihan yang di miliki oleh startup kamu dibandingkan dengan startup lain. Bisa segi team, partnership/networking, market size, founders/advisor yang kredibel, dan lainnya.


Nah, begitu founders cara mudah untuk membuat Lean Canvas agar startup mu bisa fokus dengan tujuannya. Jadi begitu para founders sudah mulai mengimplementasikan, founders bisa mengacu pada Lean Canvas ini. Terakhir, Lean Canvas ini bisa founder revisi seiring berjalannya waktu. Tetap semangat founders!

Lean Canvas
.pptx
Download PPTX • 300KB