Kesalahan Marketing yang Sering Dibuat oleh Pendiri Startup dan Pengusaha


 

Terkadang founder startup maupun pengusaha bukan berasal dari background di bidang bisnis maupun marketing. Hal ini membuat para founders dan juga pengusaha pemula memiliki banyak kesulitan dalam mencapai tujuan dari marketing perusahaan. Padahal marketing merupakan salah satu komponen yang krusial dalam sebuah perusahaan. Tanpa operasional marketing yang tertarget, sebuah perusahan akan bersusah payah untuk mencari traction dan meningkatkan value dari perusahaannya.


Disini Up Liv sudah merangkum kesalahan-kesalahan marketing yang sering dibuat oleh para pengusaha dan founder pemula. Harapannya, para founders dan juga pengusaha bisa mengevaluasi operasional marketing dan juga meningkatkan startup dan bisnis nya lebih baik lagi.


Yuk simak baik-baik!


1. Tidak memiliki rencana marketing yang terdokumentasi

Sebelum mengeksekusi marketing untuk sebuah produk, para founders harus selalu ingat untuk melakukan perencanaan terlebih dahulu. Seperti apa saja yang akan dilakukan hingga target dari marketing ini. Karena tanpa perencanaan yang terdokumentasi, anda tidak akan pernah bisa mengevaluasi marketing anda sehingga anda tidak bisa mengoptimisasikan strategi marketing di perusahaan anda.


Dokumentasi ini juga sangatlah penting supaya anda bisa memonitor dengan jelas perkembangan marketing di perusahaan anda. Ada baiknya dalam dokumentasi ini anda menuliskan analisis SWOT, Ideal Customer Profile (ICP), masalah, solusi, budget dan juga action plan yang akan dilakukan untuk memenuhi target. Jangan lupa untuk melakukan presentasi mingguan ataupun bulanan untuk mengetahui seberapa efisien strategi marketing yang sudah anda jalankan.


2. Melakukan perubahan strategi terlalu cepat

Memang dalam melaksanakan marketing perlu dilakukan iterasi guna mengetahui strategi yang paling tepat bagi perusahan. Namun merubah strategi marketing terlalu cepat juga akan merugikan anda. Selain membuang waktu dan juga finansial anda, anda juga tidak akan pernah menemukan mengapa strategi marketing anda tidak berhasil.


Maka ada baiknya anda melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengimplementasikan rencana strategi marketing anda. Anda bisa melakukan riset kompetitor sehingga anda bisa merencanakan dengan baik strategi marketing perusahaan anda.


3. Mengesampingkan marketing organik


Marketing sendiri terbagi menjadi dua, organik (tidak berbayar) dan non-organik (berbayar). Kesalahan yang paling sering terjadi adalah perusahaan mengeluarkan biaya yang tidak murah agar bisa mengiklankan produk mereka di post social media. Memang cara ini terlihat paling ampuh namun ada kemungkinan anda sudah mengeluarkan banyak biaya namun jumlah user tidak meningkat.


Maka dari itu, gunakanlah fitur-fitur marketing organik sebaik mungkin. Anda bisa mempelajari banyak strategi marketing organik via internet atau pembelajaran daring. Selain lebih hemat biaya, anda tidak akan kehilangan calon pelanggan anda hanya karena anda berhenti membayar.


4. Target market yang terlalu luas


Anda tidak akan pernah bisa menargetkan semua orang di dunia untuk menggunakan produk anda. Maka dari itu diperlukan definisi yang jelas siapa target market anda. Anda bisa memulai dengan target market yang paling kecil namun paling memungkinkan. Lalu jika anda sudah memenuhi target market tersebut, anda bisa melakukan perluasan target pasar yang lebih luas.


Ada sebuah perkataan dimana lebih baik anda memiliki 10 pelanggan yang mencintai produk anda dibandingkan memiliki 100 pelanggan yang hanya menyukai produk anda. Karena pelanggan yang hanya menyukai ini akan berhenti jika menemukan solusi yang lebih baik. Sementara pelanggan yang mencintai produk anda akan terus bersedia menggunakan produk anda.


5. Tidak memonitor kampanye dan performance marketing


Kebanyakan para founders dan pengusaha hanya mengandalkan jangka waktu untuk melihat hasil dari strategi marketing mereka. Padahal proses selama perjalanan sebuah kampanye tetap perlu dimonitor dan di track guna mengetahui seberapa baik performance dari strategi ataupun kampanye tersebut.


Jika anda memonitor dengan baik, maka semakin mudah anda menemukan strategi marketing yang paling baik bagi perusahaan anda. Anda juga akan lebih baik melakukan perencanaan marketing untuk kuarter selanjutnya.


Hal-hal tadi merupakan beberapa kesalahan yang sering dibuat oleh para pengusaha dan founders pemula. Maka dari itu, diharapkan anda yang baru memulai ataupun yang sedang merintis bisa lebih berhati-hati dan juga merencanakan dengan baik agar perusahaan anda berkembang dengan lebih baik lagi.